in

Alasan Pegawai Wanita Tidak Mengungkapkan Pelecehan di Kantor – RadioJFM

Sebenanrya, kejadian pelecehan seringkali menimpa pegawai wanita di kantor. Namun, kebanyakan korban bungkam. Menurut laporan Equal Employment Opportunity Commision (EEOC), sekitar 70 persen karyawan perempuan yang mengalami pelecehan seksual di kantor tidak melaporkannya pada atasan.

Pegawai wanita punya berbagai pertimbangan untuk menyimpan kejadian tidak enak di dalam diri sendiri. Berikut beberapa alasan pegawai wanita tidak mengungkapkan pelecehan di kantor seperti disarikan dari Fastcompany.com.

Definisi pelecehan tidak jelas

Banyak orang yang tidak sepaham dengan definisi kejadian pelecehan di kantor. Lembaga EEOC mengartikan pelecehan seksual sebagai permintaan berhubungan yang tidak diinginkan, pernyataan verbal dan perilaku fisik terkait seksual. Namun, organisasi tersebut juga menyatakan bahwa hukum tidak melarang godaan sederhana, komentar dan insiden (terkait pelecehan) yang tidak serius. Pelecehan seksual bisa dibilang ilegal jika dampaknya sudah sangat besar. Misalnya, menyebabkan lingkungan kerja yang tidak nyaman, aura permusuhan hngga menghasilkan keputusan pemecatan terhadap seseorang.

Jadi, apakah siulan iseng rekan kerja di kantor juga termasuk pelecehan? Apakah komentar terkait seksualitas, namun bernada canda juga bisa dikategorikan sebagai pelecehan? Terkadang, pegawai wanita sendiri tidak sadar kalau sedang dilecehkan.

Tidak bisa mengajukan bukti

Jika seorang wanita mendapat pelecehan yang disampaikan melalui pesan singkat, mungkin bisa langsung mendokumentasikannya sebagai bukti. Namun, proses pelaporan pelecehan di kantor benar-benar sulit. Apalagi pelecehan bisa saja terjadi secara verbal di tempat sepi, sehingga tidak ada saksi.

Tidak mendapat jaminan dan dukungan dari divisi sumber daya manusia

Beberapa waktu lalu kita mendengar cerita tentang salah satu pegawai Uber, Susan Fowler yang mendapat perlakuan tidak menyenangkan di kantor. Dia melaporkan kejadian pelecehan seksual kepada divisi sumber daya manusia. Namun, manajer dan staf SDM malah megabaikannya. Bahkan, manajemen mengaku tidak bisa memberi hukuman karena atasan Susan yang melakukan pelecehan adalah pegawai berprestasi.

Radio JFM – Source