in

Banyak Orangtua Menganggap Kekerasan Hal Efektif dan Tepat untuk Mendidik Anak – RadioJFM

Kasus kekerasan terhadap anak akhir-akhir ini sering kali terjadi. Kekerasan terhadap anak merupakan sebuah fenomena yang bisa disamakan dengan gunung es.

“Kekerasan anak banyak terjadi di Indonesia, tapi hanya sedikit yang dilaporkan, itulah saya katakan. Dia bagaikan fenomena gunung es,” kata Yohana Yambise, Menteri Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia

Berdasarkan sebuah survei yang pernah dihimpun KPAI di sembilan provinsi seperti dikutif dari CNNindonesia.com (27/07/2016), memang ditemukan pelaku kekerasan terhadap anak yang paling tinggi dilakukan oleh orang tua.

Komisioner KPAI, Susanto menegaskan bahwa “Ternyata memang kekerasan terhadap anak pelaku tertinggi adalah orang tua, kedua teman, kemudian tenaga pendidik,”

Dari survei tersebut juga ditemukan ada beberapa pemicu mengapa kekerasan pada anak bisa terjadi. Setidaknya ada tiga pemicu utama.

Pertama perspektif pada anak. Banyak orang tua bahkan guru masyarakat memposisikan anak sebagai miniatur orang dewasa bukan full manusia secara utuh.  Maksudnya adalah, idealnya memposisikan anak sebagai manusia utuh yang sedang dalam proses tumbuh kembang.

Kedua, ditentukan oleh pola asuh. Masih banyak orang tua yang menggunakan cara berpikir lama dan tradisi warisan. Ini banyak terjadi. Kalau misalnya punisment dengan menggunakan kekerasan yang pernah dilakukan orang tuanya dulu itu sering dicopy-paste sama orang tua.

Ketiga adalah disfungsi keluarga. Kondisi broken home kondisi yang bermasalah relasinya itu berpotensi juga menimbulkan tindakan kekerasan.

Radio JFM – Source