in

Budaya Kerja yang Buruk di Uber – RadioJFM

Selama ini, Uber dianggap sebagai perusahaan terburuk di Silicon Valey. Mereka menggunakan praktik bisnis yang sangat agresif, kompetisi yang kejam hingga perlawanan terhadap pemerintah. Akhir Februari 2017, akhirnya Uber kena batunya. Menurut catatan Bbc.com, Uber menghadapi dua kasus besar. Pertama, tentang penuntutan atas pencurian teknologi dari Google. Kedua, masalah penyelidikan atas pelecehan seksual sistemik. Hal ini bermula dari pengakuan mantan pegawai Uber Susan Fowler. Dia menggambarkan bagaimana buruknya budaya kerja di perusahaan tersebut. Berikut cerita Fowler seperti dikutip dari blog pribadinya, Susanjfowler.com.

Pelecehan seksual

Fowler bergabung dengan Uber sebagai site reliability engineer (SRE) pada November 2015. Ketika terjadi rotasi tim, manajer baru menghubungi Fowler lewat aplikasi chat perusahaan. Dia mengatakan sedang berada dalam hubungan terbuka dengan kekasihnya. Kemudian, pembicaraan mengarah kepada ajakan berhubungan intim. Hal ini membuat Fowler merasa tidak nyaman. Akhirnya, dia memutuskan pindah divisi.

Belakangan, Fowler baru mengetahui bahwa banyak pegawai wanita yang mengalami pelecehan seksual selama bekerja di Uber. Bahkan beberapa orang mengaku mengalami pelecehan dari orang yang sama, atasan Fowler di divisi sebelumnya.

Perusahaan melindungi pegawai dengan posisi lebih kuat

Fowler melaporkan pelecehan seksual yang dialami pada divisi sumber daya manusia (human resource and development/HRD). Namun, pihak HRD dan manajemen hanya akan bicara dan memberikan peringatan pada atasan Fowler. Padahal, manajemen menyadari bahwa pengaduan yang disertai bukti yang disampaikan Fowler adalah pelecehan seksual dan kesalahan terletak pada sang manajer. Bahkan, seorang atasan Fowler yang lebih tinggi mengatakan bahwa sang manajer adalah pegawai dengan kinerja yang baik sehingga perusahaan tidak nyaman untuk menghukumnya.

Politik kantor yang tidak sehat

Fowler menjadi saksi bagaimana politik kantor yang tidak sehat di dalam perusahaan Uber. Dia merasa manajer mencoba melemahkan posisi atasan yang lebih tinggi untuk bisa naik jabatan. Hal ini dilakukan secara terang-terangan. Pada sebuah pertemuan, seorang manajer mengatakan telah mendekati seorang pimpinan yang lebih tinggi dari atasannya langsung. Kemudian, manajer tersebut berharap akan naik pangkat. Selain itu, Fowler juga melihat seorang direktur menyembunyikan informasi bisnis dari seorang pimpinan eksekutif untuk menjilat pimpinan lainnya.

Kekacauan organisasi

Akibat politik kantor yang tidak sehat tersebut, berbagai proyek tim ditinggalkan, dan tidak ada yang tahu prioritas perusahaan. Semua pegawai bekerja dalam ketakutan bahwa divisinya akan segera dibubarkan. Kemudian, setelah reorganisasi, karyawan harus mengerjakan proyek dengan tenggat waktu yang tidak masuk akal.

Penilaian performa kerja yang berubah

Radio JFM – Source