in

Go-Jek, Grab dan Uber Minta Aturan Taksi Online Ditunda 9 Bulan – RadioJFM





Jakarta – Go-Jek, Grab dan Uber sepakat meminta kepada pemerintah untuk memberikan masa tenggang 9 bulan terkait revisi aturan Permenhub No. 32 Tahun 2016 soal taksi online. Ketiganya juga kompak menolak batas harga yang ditetapkan dalam aturan.

Poin-poin kesepakatan Go-Jek, Grab dan Uber ditujukan kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Kesepakatan ditandatangani oleh President Go-Jek Andre Soelistyo, Managing Director Grab Ridzki Kramadibrata dan Regional General Manager Uber Mike Brown.

“Guna memastikan proses transisi yang baik dan lancar, kami meminta pemerintah untuk memberikan masa tenggang sembilan bulan bagi kami, para penyedia jasa aplikasi mobilitas terhitung sejak revisi Permenhub No. 32 Tahun 2016 efektif diberlakukan,” kata mereka.

Dalam revisi Permenhub No. 32 Tahun 2016 juga diatur batas tarif angkutan sewa khusus yang berbunyi,”Tarif angkutan tertera pada aplikasi berbasis teknologi informasi; Penentuan tarif berdasarkan tarif batas atas/bawah; Penetapan tarif diserahkan sepenuhnya kepada Gubernur sesuai domisili perusahaan dan Kepala BPTJ untuk wilayah Jabodetabek.”

Terhadap aturan batas tarif taksi online, Go-Jek, Grab dan Uber menilai penentuan batas biaya membuat kendala bagi masyarakat dalam mendapatkan layanan terjangkau.

“Terkait dengan penetapan batas biaya perjalanan yang dipesan melalui aplikasi mobilitas, kami memandang bahwa teknologi telah memungkinkan berbagai produk dan layanan untuk menghadirkan penghitungan harga yang akurat, sesuai dengan kondisi permintaan dan ketersediaan untuk memastikan harga yang dibayarkan konsumen untuk barang dan layanan tersebut sepadan nilai yang diberikan layanan tersebut kepada konsumen,” kata mereka.

Public Relation Manager Grab Indonesia Dewi Nuraini mengatakan, pihaknya masih melakukan diskusi soal penetapan harga.

“Soal penetapan batas tarif belum ada. Kita masih mencoba diskusi dan memang meminta extend waktu terhadap sejumlah poin revisi yang baru,” kata Dewi kepada detikcom, Selasa (21/3/2017).

(nkn/fjp)

Radio JFM – Source