in

Ini Analisa KLHK Soal Banjir di 5 Wilayah – RadioJFM





Jakarta

Ada 5 banjir bandang di wilayah Jawa-Bali-NTB sejak akhir 2016 hingga Februari 2017. Apa penyebab banjir bandang itu? Ini Analisis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Secara umum banjir sumber utamanya hujan. Dipengaruhi kondisi hulu dan hilir Daerah Aliran Sungai (DAS),” kata Direktur Perencanaan dan Evaluasi Pengendalian DAS KLHK, Yuliarto saat berbincang dengan detikcom, Minggu (26/2/2017).

Hulu DAS, papar Yuliarto, dilihat dari penutupan lahan di hulu DAS yang mempunyai fungsi resapan air.

“Berapa yang diresapkan dan berapa yang dilepaskan dalam bentuk run off (aliran permukaan). Menentukan jumlah air hujan yang dialirkan sebagai run off dalam bentuk banjir, sebagian ada yang teresapkan,” jelas dia.

Hilir DAS, dilihat dari kapasitas pengaliran, seperti saluran sungai dan drainase.

“Kapasitas pengaliran ini menentukan terjadinya banjir atau tidak. Seberapapun besarnya saluran sungai kalau bisa mengalirkan air ke laut atau waduk, ya aman sebetulnya,” paparnya.

Nah, kondisi kapasitas pengaliran inilah yang dinamis, di samping alami, ada peran manusia di situ. Ada penyempitan, juga sedimentasi (pengendapan).

“Kalau kapasitas pengalirannnya lebih kecil dari kapasitas sungai, ya banjir,” tuturnya.

Bertolak dari analisa tutupan lahan di Hulu DAS dan kapasitas pengaliran di Hilir DAS, maka berikut analisa KLHK soal banjir di 5 wilayah Jawa-Bali-NTB:
<!–

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program “Reportase Sore” TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

–>

Radio JFM – Source