in

Jangan Katakan Hal Ini Saat Negosiasi Gaji – RadioJFM

Negosiasi gaji adalah proses penting dalam rekrutmen tahap akhir dan biasanya menjadi sesi wawancara pamungkas. Jangan sampai mengacaukan kesempatan untuk negosiasi gaji karena panik dan salah ucap kata.

Kunci sukses negosiasi gaji adalah komunikasi yang baik, demikian menurut penulis Fearless Salary Negotiation Josh Doody. Jadi, Anda harus bicara dengan jelas, menghindari ambiguitas yang akan menghambat dan membuat negosiasi menjadi rumit. Berikut sembilan hal yang tidak boleh dikatakan saat negosiasi gaji seperti dikutip dari Glassdoor.com.

 “Saat ini penghasilan saya sebesar…”

Salah satu pertanyaan standar dari perekrut saat wawancara gaji adalah: “Jadi, di mana posisi Anda dalam konteks gaji?” alias “Berapa gaji Anda sekarang?”. Doody menyebut pertanyaan tersebut menakutkan dan menjebak. Apalagi jika pertanyaan dilontarkan pada saat awal negosiasi gaji. Kebanyakan kandidat pegawai tidak berpikir hal itu bagian dari negosiasi.

Doody menyarankan agar Anda tidak menjawab pertanyaan dengan menyebutkan angka. Menyebutkan angka artinya masuk ke dalam kotak dan sulit bergerak kemana-mana. Perekrut akan memberi penawaran gaji di sekitar angka tersebut. Meskipun sebenarnya perusahaan mampu dan mau membayar seseorang dengan talenta seperti Anda dengan gaji lebih tinggi.

 “Saya menginginkan gaji sebesar…”

Sekali lagi, jangan mengungkapkan penghasilan Anda saat ini. Anda juga tidak harus menyebut berapa besar gaji yang diinginkan di awal negosiasi. Namun, jika Anda sudah keceplosan menyebut besaran gaji saat ini, atau memang harus menyebutkan nominal gaji saat ini, cobalah perbaiki situasi. Jelaskan berapa banyak dan besaran fasilitas di luar gaji yang disediakan perusahaan. Misalnya, soal asuransi kesehatan, jumlah cuti, biaya liburan, hingga target bonus. Jika mereka tidak memberikan manfaat lebih, maka Anda bisa meminta nilai gaji lebih tinggi.

Anda juga bisa bersilat lidah untuk menghindari jawaban pertanyaan. Bilang saja kalau Anda tidak nyaman mengungkapkan penghasilan saat ini. Lalu, katakan: “Saya lebih ingin fokus kepada nilai tambah yang bisa saya berikan untuk perusahaan daripada nilai gaji yang akan saya dapatkan. Saya belum memikirkan angka spesifik terkait gaji. Anda tahu lebih banyak tentang harga yang pantas untuk keterampilan dan pengalaman saya. Saya mau membuat langkah besar dalam hal menerima dan mengerjakan tanggung jawab dan mendapat kompensasi.”

“Maaf”

Negosiasi mungkin adalah salah satu jenis pembicaraan yang membuat Anda merasa tidak nyaman karena adanya tekanan. Meski begitu, situasi ini harus dihadapi demi mendapat kompensasi yang layak. Jangan katakan “maaf”. Sebab perekrut akan menganggap Anda menyerah saat negosiasi.

“Tidak” dan kata-kata negatif lainnya

Fokus untuk memperkuat posisi saat negosiasi. Hindari kata negatif dan fokus dengan bahasa positif. Misalnya, ketika perekrut menawarkan angka spesifik yang tidak sesuai dengan keinginan Anda, jangan bilang: “Tidak, nilai itu tidak cocok utuk saya.” Namun, Anda bisa mengatakan: “Saya lebih nyaman dengan…”

Radio JFM – Source