in

Kebiasaan Pekerja Keras yang Tampak Seperti Bad Listener – RadioJFM

Mungkin kita semua pernah punya pengalaman bekerjasama dengan orang yang cuek, pendengar yang buruk. Jika Anda melakukan pekerjaan sehari-hari dengan “bad listener” –apakah itu atasan, bawahan atau rekan kerja–, maka akan menurunkan tingkat produktifitas. Anda akan menghabiskan banyak waktu untuk berbicara pada si pendengar yang buruk. Kemudian Anda akan frustasi sendiri. Pada akhirnya, Anda akan melanggar tenggat waktu tugas-tugas pribadi.

Tapi, ketika menuduh atasan atau rekan kerja sebagai pendengar yang buruk, apakah Anda pernah memertimbangkan kesalahan diri sendiri? Jangan-jangan bukan mereka yang bad listener, tetapi Anda yang selalu tidak sabar menunggu. Anda selalu melontarkan pertanyaan dan menjelaskan hal tanpa titik dan koma. Padahal, Anda melihat mereka sedang sibuk. Anda baru tersadar ketika lawan bicara bilang,”Sebentar ya.. Simpan pertanyaanmu dulu. Nanti akan saya jawab.”

Jadi, sekarang Anda perlu mengenal apakah atasan atau rekan kerja memang pendengar yang buruk atau pekerja keras. Sementara untuk para pekerja keras, Anda harus mengubah sikap agar tidak tampak seperti pendengar yang buruk. Berikut beberapa kebiasaan yang membuat pekerja keras tampak seperti bad listener seperti disarikan dari Themuse.com.

Tidak melepaskan pandangan dari layar komputer

Situasi: Ketika sedang menunggu rekan kerja yang akan mengirimkan data terakhir untuk dimasukkan ke laporan proyek. Maka Anda akan menatap layar komputer lekat-lekat agar bisa segera merampungkan pekerjaan. Pada saat yang bersamaan, seseorang dari bagian keuangan mendatangi meja Anda untuk bicara tentang perubahan anggaran.

Saat rekan kerja berbicara, Anda tidak menatap matanya. Anda tetap menatap layar komputer. Tapi, untuk menghargainya, Anda mengangguk dan menjawab,”Baiklah. Saya mengerti.” Anda pikir telah berhasil melakukan multitasking. Padahal, Anda telah membuat diri tampak seperti pendengar yang buruk.

Solusi: Tarik nafas. Sadarilah bahwa jika meluangkan waktu lima menit saja untuk mendengarkan rekan kerja, Anda tidak akan melanggar deadline. Jadi, putar kursi Anda, hadapi lawan bicara, dan letakkan telepon seluler di meja. Bahasa tubuh menunjukkan bahwa Anda bisa menjadi pendengar yang baik.

Namun, jika Anda benar-benar tidak bisa meluangkan waktu sedikitpun, maka jujur saja. Ketika seseorang menepuk pundak atau mendekati, segera katakan bahwa Anda sedang sangat sibuk. Anda bisa memintanya datang lagi dan berjanji akan memberinya perhatian penuh. Rekan kerja akan menghargai kejujuran Anda.

Mengubah topik pembicaraan dengan cara yang aneh

Situasi: Saat kepala masih dipenuhi pikiran tentang cara menyelesaikan pekerjaan, maka Anda idak bisa memberi perhatian penuh pada lawan bicara. Anda pura-pura memahami penjelasan sang rekan kerja. Kemudian Anda memberi tanggapan yang tidak sesuai dengan pemaparannya. Sebenarnya rekan kerja sedang membahas proyek A, Anda malah membicarakan proyek B. Itu tandanya Anda memang benar-benar tidak memerhatikan saat orang lain berbicara. Rekan kerja akan bingung dan menganggap Anda sebagai pendengar yang buruk.

Radio JFM – Source