in

Kunjungan Raja Salman Jadi Keuntungan Strategis Bagi Indonesia – RadioJFM





Jakarta – Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud akan tiba hari ini di Indonesia dalam kunjungannya selama 9 hari. Kunjungan Raja Salman ini dinilai jadi keuntungan strategis bagi Indonesia.

“Keuntungan bagi Indonesia sangat strategis. Bukan sekedar Indonesia diabaikan selama 47 tahun oleh Saudi sejak 1970, tapi juga bilateral kedua negara bisa dimaksimalkan berbasis primordialisme progresif tapi juga kemitraan strategis,” kata Direktur Pusat Kajian Timur Tengah UI Abdul Mutaali saat dihubungi detikcom, Rabu (1/3/2017).

Melalui kunjungan Raja Salman ini, menurut Mutaali, Indonesia harus berani mengubah perhatian dari kwartet ke kawasan dan primordialisme. Dia mencontohkan seperti mesranya hubungan China dan Rusia

“National security hari ini sangat ditentukan oleh ketahanan ekonomi dan jalinan kemitraan,” ujarnya.

Terkait apa makna kunjungan ini, ada beberapa semantik politik yang dianalisis Mutaali dari kunjungan Raja Salman ini.

“Saat ini sangat sulit bagi Saudi menjadikan Amerika sebagai main reference. Masalahnya bukan hanya karena Trump effects yang kurang bersahabat dengan negara Timur Tengah dan Islam lainnya, walaupun Saudi bukan bagian 1 dari 7 negara yang dilarang masuk USA namun juga geliat ekonomi Asia yang perlahan tapi pasti mengagetkan bukan hanya Amerika tapi juga Eropa,” ujarnya.

Di saat yang sama, lanjutnya, kondisi ekonomi dalam negeri Arab Saudi juga sedang tidak Ramah. Dimulai dari migrasi penanggalan Hijriyah ke Masehi untuk efisiensi gaji pegawai, pemotongan gaji pejabat dan menteri, visa haji dan umrah berbayar, hingga puncaknya penjualan 5% saham Aramco kepada Malaysia 2018 mendatang.

“Di kawasan, Saudi belum merasa cukup dengan aliansi militer yang terdiri dari 34 negara minus Indonesia. Pasalnya, aliansi ini belum mampu menggusur pemerintahan Basyar Assad. Sudah mencoba meminang Indonesia,” tuturnya.

(idh/ams)

Radio JFM – Source