in

Panwaslu Apresiasi Lurah Pondok Pinang Soal Kasus Siti Rohbaniah – RadioJFM




Jakarta – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Jakarta Selatan mengapresiasi Lurah Pondok Pinang yang telah menjalankan rekomendasi terkait kasus Siti Rohbaniah. Isi rekomendasi tersebut berupa melakukan pembinaan dan evaluasi terhadap Ketua RT 05/RW 02 Pondok Pinang, Makmun Ahyar.

“Panwaslu mengapresiasi tanggapan rekomendasi tersebut dan ini agar menjadi pedoman agar semua warga dilayani secara setara tanpa diskriminasi,” ujar Ketua Panwaslu Jakarta Selatan, Ahmad Ari Masyhuri, dalam keterangannya, Minggu (26/3/2017).

Hal itu disampaikan oleh Ari setelah menerima surat dari Lurah Pondok Pinang pada hari ini. Surat tersebut berisi laporan mengenai pelaksanaan rekomendasi dari Panwaslu.

Dalam surat tersebut, setidaknya ada empat poin yang disampaikan terkait proses pembinaan dan evaluasi yang dilaksanakan oleh Lurah Pondok Pinang. Empat poin tersebut adalah:

1. Bahwa telah dilakukan rapat evaluasi/ pembinaan pada hari Kamis (23/3) kepada Ketua RW 02, LMK RW 02, Ketua RT 05/02 dan Ketua Masjid Darussalam yang disampaikan oleh Lurah Pondok Pinang.

2. Lurah memberikan arahan kepada Ketua RW 02, LMK RW 02, Ketua RT 05/02 dan Ketua Masjid Darussalam agar kejadian tersebut tidak terulang lagi.

3. Lurah memberikan arahan kepada Ketua RW 02, LMK RW 02, Ketua RT 05/02 dan Ketua Masjid Darussalam agar lebih meningkatkan kembali tugas-tugas pokoknya selaku pelayan masyarakat.

4. Ketua Masjid Darussalam menyampaikan permintaan maaf kepada warga masyarakat serta tidak akan mengulangi kejadian tersebut.

(Baca juga: ‘Surat Pilkada’ Sebelum Salat Jenazah Siti Dimunculkan RT dan DKM)

Sebelumnya, Panwaslu menemukan adanya dugaan paksaan memilih calon tertentu dengan adanya penyerahan surat pernyataan menjelang salat jenazah Almarhumah Siti Rohbaniah. Panwaslu-pun telah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus ini, di antaranya, menantu Siti Rohbaniah, Yoyo Sudaryo, pada Selasa (14/3) dan Ketua RT 05 RW 02 Pondok Pinang, Makmun Ahyar serta pengurus Masjid Darussalam, Ghoffur dan Firmanysah pada Rabu (15/3).

Dalam putusannya, Panwaslu tak menemukan ada unsur pidana pemilihan dalam kasus tersebut. Selain itu, Panwaslu juga merekomendasikan beberapa hal, diantaranya adalah mengevaluasi dan melakukan pembinaan terhadap Ketua RT 05 RW 02 Pondok Pinang.

(knv/dnu)

Radio JFM – Source