in

Pesan Paloh ke Santri Sunan Drajat: Jadi Islam Rahmatan Lil Alamin – RadioJFM





Lamongan – Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menjadi tamu spesial dalam acara wisuda santri Pondok Pesantren (Ponpes) Sunan Drajat. Di hadapan 1150 santri, Paloh berbicara soal rasa bangga sebagai anak Indonesia yang harus dimiliki.

“Saya ingin titipkan harapan sebagai orang tua. Betapa kita harus mensyukuri arti kehadiran kita sebagai putera negara ini. Sebagai negeri yang tidak banyak seperti negara di dunia ini. Tidak hanya luas wilayah, posisi strategis, tapi juga potensi SDA yang kita miliki,” kata Paloh di Ponpes Sunan Drajat di Jalan Sunan Drajat, Banjarwati, Paciran, Lamongan, Jawa Timur, Selasa (21/3/2017).

Menurutnya tidak banyak negara di dunia yang memiliki kekayaan seperti di Indonesia dengan kondisi alam yang subur. Paloh juga mengingatkan para santri atas sejarah panjang dari negara ini.

“Dan yang tak kalah penting, bangsa kita memiliki sejarah yang luar biasa. Termasuk apa yang dikatakan KH Abdul Ghofur tentang pesantren yang telah berusia 600 tahun ini. Sebuah peninggalan sejarah luar biasa. Semua ini diperuntukkan kepada kita,” ujarnya.

Paloh mengingatkan bagaimana kemerdekaan Indonesia yang telah diraih pendiri bangsa harus dilanjutkan. Para pendahulu telah membuat Indonesia meraih kemerdekaan dan kedaulatan seutuhnya sehingga sebagai generasi penerus dapat mengembangkan negara tanpa tekanan asing.

Pesan Paloh ke Santri Sunan Drajat: Jadi Islam Rahmatan Lil AlaminFoto: Jabbar Ramdhani/detikcom

Ruang tersebut, menurutnya, hanya dapat diisi dengan menjalankan pendidikan yang berkualitas. Pesantren memiliki peranan yang strategis di samping pendidikan formal yang diselenggarakan oleh pemerintah.

Paloh mengatakan pendidikan di pesantren mesti menghasilkan pemikiran yang nasionalis kebangsaan serta berorientasi untuk menjaga tali persatuan bangsa. Sehingga muncul Islam yang ramah dan berguna bagi lingkungan sekitarnya.

“Kenapa Islam rahmatan lil alamin saya ingin sampaikan? Karena semangat, napas dan pikiran pondok pesantren ini saya harus sampaikan tentang apa itu Islam rahmatan lil alamin. Ini modal besar kita sebagai suatu bangsa. Karena komitmen suatu bangsa perlu terus menerus untuk menjaga pluralisme, di mana ada perbedaan suku, agama,” tutur dia.

Paloh meminta kepada santri agar saat meninggalkan ponpes dapat terus melanjutkan ilmu yang sudah diajarkan. Menurutnya, keseimbangan ilmu agama dan ilmu ekonomi adalah pemikiran yang harus dilanjutkan.

Satu hal lain yang harus dipunya ialah etika dan optimisme. Baginya, kelengkapan nilai itu akan bermanfaat ketika para santri terjun ke masyarakat.

“Dengan basic ketahanan kemampuan dan dasar ilmu yang kalian kuasai, dapat menjadi pohon yang di mana orang dapat berteduh. Karena ilmu dan hati yang kuat dapat menjadi sumber. Hebat pendidikan, hebat inteligensi dan hebat budi pekertinya,” ucap Paloh.

“Semoga kalian semua menjadi santri yang terus maju. Bahkan menjadi tidak mungkin bila nantinya akan ada santri ponpes ini yang menjadi presiden RI. Misi moral kebangsaan Indonesian Raya dari ponpes ini,” imbuhnya.

(jbr/fdn)

Radio JFM – Source