in

Sekelompok Pemuda di Garut 'Sulap' Sampah Menjadi Uang – RadioJFM





Garut – Sampah selalu identik dengan barang bekas yang tidak bernilai. Nah, di Garut, persepsi itu diubah oleh sekelompok pemuda kampung sehingga sampah dapat ‘disulap’ menjadi uang.

Hendi Munawar (34), pemuda asal Kampung Cikamiri, Cintaasih, Samarang, Garut, mendirikan bank sampah Hade Jaya yang siap menampung dan mengolah sampah sehingga bernilai ekonomis. Pada Sabtu, (11/3/2017), bertempat di bank sampah Hade Jaya, Garut, Hendi bercerita kepada detikcom awal mula pembangunan bank sampah itu.

“Alhamdulillah, kami bersama kawan-kawan pemuda di sini berhasil mendirikan bank sampah. Kami berupaya menyadarkan masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan, salah satunya dengan mendirikan bank sampah ini. Di sini, para nasabah kami ajarkan untuk memilah dan memilih sampah untuk mengurangi volume sampah,” kata Hendi di lokasi.

Hendi kemudian menjelaskan lebih lanjut soal pendirian bank sampah ini. Awalnya, dia selalu merasa kesal saat melihat sampah yang menggunung di sekitar tempat tinggalnya. Sampah tersebut diceritakannya membuat lingkungannya menjadi kotor dan berbau tak sedap.

Sekelompok Pemuda di Garut 'Sulap' Sampah Menjadi UangFoto: Hakim Ghani

Berinisiatif untuk mengubah kondisi lingkungannya, Hendi bersama para pemuda Kampung Cikamiri lainnya, pada Februari 2017 lantas mendirikan bank sampah Hade Jaya. Selain untuk membuat lingkungan menjadi bebas sampah, bank sampah ini juga dibentuk sebagai upaya memberdayakan masyarakat untuk mencari penghasilan tambahan.

Sama seperti bank sampah pada umumnya, masyarakat yang tertarik berpartisipasi akan didata sebagai nasabah. Masyarakat pertama-tama harus menabung sampah. Sampah akan ditimbang lalu dikonversikan menjadi rupiah. Tabungan itu akan dicatat di rekening nasabah dan sewaktu-waktu dapat dicairkan oleh nasabah.

“Setiap nasabah yang menabungkan sampah, kita akan ganti dengan uang yang disimpan di rekening bank sampah mereka,” ungkapnya.

Hendi berharap dengan adanya bank sampah ini, masyarakat di Kabupaten Garut dapat tersadar untuk memanfaatkan sampah yang notabene tidak ada manfaatnya menjadi produk yang bisa menguntungkan mereka.

“Saya berharap agar masyarakat bisa memanfaatkan sampah. Sampah itu tidak selalu harus dibuang tapi juga bisa dimanfaatkan menjadi barang ekonomis,” pungkasnya.

(gbr/tor)

Radio JFM – Source