in

TNI AD: Pratu Ansar Contoh Rela Berkorban Demi Kepentingan Umum – RadioJFM





Jakarta – Prajurit Yonif 726/Tamalatea, Pratu Ansar Kurniawan, meninggal setelah melerai perkelahian di Pulau Seram, Maluku, Jumat (17/3/2017). Aksi Ansar dianggap sebagai sebuah pengorbanan demi kepentingan umum.

“Di situ juga bisa melihat nilai rela mengorbankan sesuatu. Lebih kepada rela berkorban untuk kepentingan umum,” ujar Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, Kolonel Alfret Denny Tuejeh, saat dihubungi detikcom Selasa (21/3/2017) malam.

Menurut Alfret, Ansar memiliki jiwa seorang prajurit TNI. Dia rela mengorbankan nyawanya demi kepentingan bersama.

“Resiko ya sering terabaikan. Yang penting, kita ciptakan sesuatu yang baik. Itu sudah tertanam seperti itu. Kita memang didoktrin menjadi prajurit yang peduli, profesional, dan mampu melihat situasi dan lakukan sesuatu,” ucap Alfret.

Baca Juga: Pratu Ansar yang Gugur dalam Tugas Tak Sempat Lihat Bayinya

Saat terjadi keributan namun belum ada polisi, prajurit TNI yang sedang ada di lokasi wajib menjaga keamanan. Ashar mengatakan masalah keamanan wilayah juga menjadi tanggung jawab dari TNI.

“Kalau TNI melihat hal serupa itu kan pasti turun tangan. Insting. Ya, mungkin secara legalitas itu menyangkut kepentingan umum yang menjadi tugas polisi. Tapi, selama kita berada di situ dan polisi beluma ada. Kita lakukan apa yang kita bisa supaya tercipta kondisi yang lebih baik,” ujar Alfret.

Pratu Ansar meninggalkan seorang istri bernama Fatmawati dan seorang putri bernama Alifya Fadilla Rabbani. “Almarhum baru memiliki seorang putra usia 3 bulan,” kata Kepala Penerangan Kodam XVI/Pattimura, Kolonel Arh M. Hasyim Lalhakim, kepada detikcom, Selasa (21/3).

“Pak Pangdam sudah mempersiapkan asuransi pendidikan untuk anaknya Rp 100 juta. Jadi dia bertugas sebagai satgas selama setahun dan mulau bertugas Januari k emarin. Dalam penugasan itu dia gugur dengan gagah berani,” sambung Hasyim.

Selain Pangdam Pattimura, Panglima TNI juga memberikan santunan untuk keluarga Pratu Ansar. “Panglima TNI juga memberikan santunan kepada prajurit yang gugur dalam melaksankan tugas sebesar Rp 400 juta,” lanjut Hasyim.

(aik/rna)

Radio JFM – Source