in

Warga Kebon Sirih Keluhkan Soal Akses Sekolah ke Anies – RadioJFM




Jakarta – Seorang warga di Kebon Sirih, Jakarta Pusat bertanya ke Cagub DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan akan banyaknya sekolah yang digusur dan tidak dibangun lagi. Akibatnya siswa harus pindah ke sekolah yang aksesnya jauh dari tempat tinggal.

“Saya ingin bertanya pak, di Jakarta ini sekolahan pada digusur pada dibongkar dan pada pada tidak dibangun. Ada 88 sekolah digusur, tapi tidak dibangun. Anak saya sekolah di situ di Kenari, dipindahkan ke Salemba agak jauh,” ujar seorang warga bernama Rahmat kepada Anies di Jalan Kalipasir Gang Tembok RW 10, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Minggu (12/3/2017).

Menanggapi laporan banyaknya sekolah yang digusur, Anies berkata akan mengecek penyebab penggusuran jika dirinya terpilih. Namun yang terpenting adalah siswa harus dimudahkan aksesnya ke sekolah.

“Nanti coba saya cek, tapi kami semua berkeinginan agar anak-anak itu aksesnya mudah. Akses mudah itu lokasi dan biayanya terjangkau. Nanti akan kita perhatikan akan kita bereskan sesegera mungkin,” jawab Anies ke warga.

Anies melihat penting bagi seorang gubernur untuk melakukan sosialisasi jika ada penggusuran seperti sekolah. Hal ini agar warga dan pemimpin saling memahami solusi dari suatu masalah.

“Kalau bisa melakukan sesuatu kebijakan tentang sekolah harus bisa sosialisasi warga. Terutama pada orang tua. Yang sangat mendasar adalah saling memahami atas masalah. Solusi yang ada adalah harus pindah ke sekolah lain itu pun disosialisasikan di awal sehingga tidak menimbulkan masalah,” jelas Anies.

Jika sekolah digusur, orang tua murid harus menyiapkan biaya ekstra karena anaknya dipindahkan. Untuk itu penting bagi Pemprov melakukan komunikasi agar warga tidak mengeluh.

“Tadi warga di Kalipasir mengeluhkan yang ongkosnya jadi mahal. Hal-hal seperti ini yang kami pastikan. Kami komunikasikan, kita musyawarah, konsultasi, mencari solusi bersama-sama. Warga pun dilibatkan solusinya, solusinya pun bersama,” pungkasnya.

(nvl/imk)

Radio JFM – Source